Lengkapi Perlindungan Aset Anda Dengan Asuransi Bencana

Lengkapi Perlindungan Aset Anda Dengan Asuransi Bencana

Pada akhir Desember 2018, BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) menginformasikan melalui berita media, bahwa Indonesia masih akan menghadapi Bencana Alam sepanjang tahun 2019 berdasarkan data bencana alam yang timbul pada sepenjang tahun 2018.

Dikutip dari Intisari Online, [ https://intisari.grid.id/read/031273699/tsunami-terjang-banten-di-akhir-2018-ini-daftar-bencana-alam-yang-diramal-akan-terjang-indonesia-pada-2019-menurut-bnpb?fbclid=IwAR2TF32Id1BJE-mFySYx1Ki6or-KKQZQ2yFYNc9myaJ9NR1DxocnyQ3OuME

Bencana Alam yang akan dihadapi adalah sbb :

Update Berita

Bencana hidrometeorologi merupakan bencana yang dipengaruhi oleh faktor cuaca. Misalnya banjir dan tanah longsor saat musim hujan, atau kekeringan dan kebakaran lahan saat musim kering. Meskipun tidak dapat dipastikan, namun bencana-bencana hidrometeorologi cenderung dapat diprediksi. Ini dikarenakan waktu dan faktor penyebabnya berdasarkan musim yang datangnya kurang lebih dapat diperkirakan. Banjir, longsor dan puting beliung diprediksi akan mendominasi peristiwa bencana selama 2019. Hal ini disebabkan masih luasnya kerusakan daerah aliran sungai (DAS), lahan kritis, laju kerusakan hutan, kerusakan lingkungan, dan perubahan penggunaan lahan di lingkungan dan masyarakat. Secara spesifik, banjir dan tanah longsor akan terjadi sejak awal tahun hingga April 2019 dan di pengujung tahun saat memasuki musim penghujan. Sementara, kebakaran hutan dan lahan diprediksi masih akan tetap terjadi. Hanya saja, bencana ini dapat diatasi dengan lebih baik dengan kesiapan berbagai pihak, mulai dari pemerintah hingga masyarakat. Kekeringan dan kebakaran hutan ini akan banyak terjadi sekitar bulan Juni hingga Oktober saat musim kemarau tiba.

Bencana geologi merupakan bencana yang dipengaruhi oleh faktor pergerakan di bawah bumi. Masing-masing lempeng memiliki waktu pergerakan berbeda-beda, sehingga waktu terjadinya cenderung kurang bisa diprediksi. Waktu terjadinya pun bisa sewaktu-waktu dalam waktu yang cepat. Misalnya, gunung meletus, gempa bumi, dan tsunami. Kemungkinan terjadinya bencana ini tersebar sepanjang tahun di semua wilayah Indonesia, baik daratan maupun lautan. Untuk gempa bumi, tahun depan diprediksi masih terjadi. Hal ini disebabkan sebagian besar wilayah Indonesia terletak di atas lempeng aktif yang selalu bergerak. Namun, wilayah Indonesia bagian timur diminta untuk lebih waspada dan berhati-hati. Sebab, di wilayah itu memiliki lempeng atau sesar yang lebih rumit dan rentan terjadi bencana. Sementara, potensi tsunami ada jika gempa tektonik terjadi dengan kekuatan di atas magnitude 7 dan terjadi di jalur subduksi dengan kedalaman kurang dari 20 kilometer. Terakhir, potensi bencana gunung berapi, tidak dapat diprediksi terjadinya dan masa kebencanaannya. Ini dikarenakan masing-masing gunung berapi memiliki tipikal yang berbeda-beda.

Oleh karena itu, sebaiknya kita memang melengkapi perlindungan untuk Aset kita, dengan Polis Asuransi Kendaraan, Polis Asuransi Mobil dan Motor serta Asuransi Rumah, Kantor dan Pabrik serta gudang atau aset usaha kita dengan Polis Property All risk yang dilengkapi dengan Jaminan untuk resiko-resiko tersebut diatas.

Jika anda masih bingung dan perlu bantuan, silahkan menghubungi petugas kami untuk mendapatkan pendampingan dan bimbingan terkait dengan Asuransi.

Atau Kunjungi MarketPlace kami di : https://carakamulia.net/

Share The Knowledge!
  • 2
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    2
    Shares