Selamat Menunaikan Ibadah Ramadhan 1440 H

Selamat Menunaikan Ibadah Ramadhan 1440 H

Keluarga Besar PT> Caraka Mulia Broker dan Konsultan Asuransi Mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Ramadhan 1440 H / 2019.

Update Berita

Bulan Ramadhan telah tiba, bulan penuh keberkahan dan keutamaan. Mengapa demikian ? karena …

  • Bulan Ramadhan saat Al Qur’an di turunkan (2:185)
  • Bulan Syahrun Mubarak, yaitu bulan penuh keberkahan, sesuai Hadist ”Sungguh telah datang kepada kalian bulan yang penuh berkah. Pada bulan ini diwajibkan puasa kepada kalian..” (HR. Ahmad, An-Nasa’i dan Al-Baihaqi). Dan juga bahwa setiap ibadah yang dilakukan di bulan Ramadhan, maka Allah akan melipat gandakan pahalanya.
  • Malam Lailatul Qadar
  • Bulan Pengampunan Dosa Maghfiroh
  • Bulan dimana Pintu Surga dibuka dan Pintu Neraka di tutup

Semoga ramadhan tahun ini akan lebih baik dalam hal amalan ibadah daripada tahun-tahun sebelumnya. Amin ya Robbal Alamin.

Selamat Menunaikan Ibadah Ramadhan 1440 H

Catatan :

Ramadan (KBBI: Ramadan Ra.ma.dan – bulan ke-9 tahun Hijriah (29 atau 30 hari), pada bulan ini orang Islam yang sudah akil balig diwajibkan berpuasa )[18] berasal dari akar kata ر م ﺿ , yang berarti panas yang menyengat. Bangsa Babilonia yang budayanya pernah sangat dominan di utara Jazirah Arab menggunakan luni-solar calendar (penghitungan tahun berdasarkan bulan dan matahari sekaligus). Bulan kesembilan selalu jatuh pada musim panas yang sangat menyengat. Sejak pagi hingga petang batu-batu gunung dan pasir gurun terpanggang oleh sengatan matahari musim panas yang waktu siangnya lebih panjang daripada waktu malamnya. Di malam hari panas di bebatuan dan pasir sedikir reda, tapi sebelum dingin betul sudah berjumpa dengan pagi hari. Demikian terjadi berulang-ulang, sehingga setelah beberapa pekan terjadi akumulasi panas yang menghanguskan. Hari-hari itu disebut bulan Ramadan, bulan dengan panas yang menghanguskan.

Setelah umat Islam mengembangkan kalender berbasis bulan, yang rata-rata 11 hari lebih pendek dari kalender berbasis Matahari, bulan Ramadan tak lagi selalu bertepatan dengan musim panas. Orang lebih memahami ‘panas’nya Ramadan secara metaphoric (kiasan). Karena pada hari-hari Ramadan orang berpuasa, tenggorokan terasa panas karena kehausan. Atau, diharapkan dengan ibadah-ibadah Ramadan maka dosa-dosa terdahulu menjadi hangus terbakar dan seusai Ramadan orang yang berpuasa tak lagi berdosa.

Dari akar kata tersebut kata Ramadan digunakan untuk mengindikasikan adanya sensasi panas saat seseorang kehausan. Pendapat lain mengatakan bahwa kata Ramadan digunakan karena pada bulan itu dosa-dosa dihapuskan oleh perbuatan baik sebagaimana Matahari membakar tanah. Namun kata Ramadan tidak dapat disamakan artinya dengan Ramadhan. Ramadan dalam bahasa arab artinya orang yang sakit mata hendak buta. Lebih lanjut lagi hal itu dikiaskan dengan dimanfaatkannya momen Ramadan oleh para penganut Islam yang serius untuk mencairkan, menata ulang dan memperbaharui kekuatan fisik, spiritual dan tingkah lakunya, sebagaimana panas merepresentasikan sesuatu yang dapat mencairkan materi.[19]